Senin, 28 Januari 2013

Hindu Budha Rubangi



A.    Perwujudan Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia “Lanjutan”

Sehubungan dengan banyaknya permintaan dari pembaca maka kami lanjutkan untuk pembuatan artikel yang hubungannya dengan “Perwujudan Akulturasi Kebudayaan Hindu-Budha dengan Kebudayaan Indonesia” semoga menambah pengetahuan Pembaca khususnya dan para netter Indonesia pada umumnya
Apakah Anda sebelumnya pernah mendengar atau mengetahui pengertian Akulturasi? Banyak para ahli yang memberikan definisi tentang akulturasi, antara lain menurut pendapat Harsoyo.
Akulturasi adalah fenomena yang timbul sebagai hasil jika kelompok-kelompok manusia yang mempunyai kebudayaan yang berbeda-beda bertemu dan mengadakan kontak secara langsung dan terus-menerus; yang kemudian menimbulkan perubahan dalam pola kebudayaan yang original dari salah satu kelompok atau kedua-duanya

Dari definisi di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akulturasi sama dengan kontak budaya yaitu bertemunya dua kebudayaan yang berbeda melebur menjadi satu menghasilkan kebudayaan baru tetapi tidak menghilangkan kepribadian/sifat kebudayaan aslinya.
Dengan adanya penjelasan tentang pengertian akulturasi, apakah Anda sekarang sudah memahami istilah akulturasi? Jika Anda sudah paham, silakan Anda simak uraian materinya. Seperti telah dijelaskan pada materi sebelumnya, dengan adanya kontak dagang antara Indonesia dengan India, maka mengakibatkan adanya kontak budaya atau akulturasi yang menghasilkan bentuk-bentuk kebudayaan baru tetapi tidak melenyapkan kepribadian kebudayaan sendiri. Harus Anda pahami masuknya pengaruh Hindu dan Budha merupakan satu proses tersendiri yang terpisah namun tetap didukung oleh proses perdagangan.
Hal ini berarti kebudayaan Hindu – Budha yang masuk ke Indonesia tidak diterima seperti apa adanya, tetapi diolah, ditelaah dan disesuaikan dengan budaya yang dimiliki penduduk Indonesia, sehingga budaya tersebut berpadu dengan kebudayaan asli Indonesia menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu – Budha.
Wujud akulturasi tersebut dapat Anda simak pada uraian materi unsur-unsur budaya berikut ini:
1.
Bahasa
Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat Anda temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.
Untuk mengukur tingkat pemahaman Anda, silakan tulis 5 kata bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Sansekerta, selanjutnya Anda simak uraian materi selanjutnya.
Penggunaan bahasa Sansekerta pada awalnya banyak ditemukan pada prasasti (batu bertulis) peninggalan kerajaan Hindu – Budha pada abad 5 – 7 M, contohnya prasasti Yupa dari Kutai, prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Tetapi untuk perkembangan selanjutnya bahasa Sansekerta di gantikan oleh bahasa Melayu Kuno seperti yang ditemukan pada prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya 7 – 13 M. Untuk aksara, dapat dibuktikan adanya penggunaan huruf Pallawa, kemudian berkembang menjadi huruf Jawa Kuno (kawi) dan huruf (aksara) Bali dan Bugis. Hal ini dapat dibuktikan melalui Prasasti Dinoyo (Malang) yang menggunakan huruf Jawa Kuno.
Demikianlah uraian tentang contoh wujud akulturasi dalam bidang bahasa, untuk selanjutnya simak uraian materi berikutnya.
2.
Religi/Kepercayaan
Sistem kepercayaan yang berkembang di Indonesia sebelum agama Hindu-Budha masuk ke Indonesia adalah kepercayaan yang berdasarkan pada Animisme dan Dinamisme. Anda masih ingat pengertian Animisme dan Dinamisme? Bila Anda lupa, baca kembali modul ke-2 Anda!
Dengan masuknya agama Hindu – Budha ke Indonesia, masyarakat Indonesia mulai menganut/mempercayai agama-agama tersebut. Agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan animisme dan dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Tentu Anda bertanya apa yang dimaksud dengan Sinkritisme? Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu. Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu – Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat Anda lihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India.
Demikianlah penjelasan tentang contoh wujud akulturasi dalam bidang religi/kepercayaan. Selanjutnya simak uraian materi berikutnya.
3.
Organisasi Sosial Kemasyarakatan
Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat Anda lihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India.
Dengan adanya pengaruh kebudayaan India tersebut, maka sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia adalah bentuk kerajaan yang diperintah oleh seorang raja secara turun temurun.
Raja di Indonesia ada yang dipuja sebagai dewa atau dianggap keturunan dewa yang keramat, sehingga rakyat sangat memuja Raja tersebut, hal ini dapat dibuktikan dengan adanya raja-raja yang memerintah di Singosari seperti Kertanegara diwujudkan sebagai Bairawa dan R Wijaya Raja Majapahit diwujudkan sebagai Harhari (dewa Syiwa dan Wisnu jadi satu).
Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti di India dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.Wujud akulturasi di samping terlihat dalam sistem pemerintahan juga terlihat dalam sistem kemasyarakatan, yaitu pembagian lapisan masyarakat berdasarkan sistem kasta



B.     Sejarah Indonesia
Sejarah Indonesia meliputi suatu rentang waktu yang sangat panjang yang dimulai sejak zaman prasejarah berdasarkan penemuan "Manusia Jawa" yang berusia 1,7 juta tahun yang lalu. Periode sejarah Indonesia dapat dibagi menjadi lima era: Era Prakolonial, munculnya kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha serta Islam di Jawa dan Sumatera yang terutama mengandalkan perdagangan; Era Kolonial, masuknya orang-orang Eropa (terutama Belanda) yang menginginkan rempah-rempah mengakibatkan penjajahan oleh Belanda selama sekitar 3,5 abad antara awal abad ke-17 hingga pertengahan abad ke-20; Era Kemerdekaan Awal, pasca-Proklamasi Kemerdekaan Indonesia (1945) sampai jatuhnya Soekarno (1966); Era Orde Baru, 32 tahun masa pemerintahan Soeharto (19661998); serta Era Reformasi yang berlangsung sampai sekarang.

C.    Prasejarah

Secara geologi, wilayah Indonesia modern (untuk kemudahan, selanjutnya disebut Nusantara) merupakan pertemuan antara tiga lempeng benua utama: Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, dan Lempeng Pasifik (lihat artikel Geologi Indonesia). Kepulauan Indonesia seperti yang ada saat ini terbentuk pada saat melelehnya es setelah berakhirnya Zaman Es, hanya 10.000 tahun yang lalu.

Pada masa Pleistosen, ketika masih terhubung dengan Asia Daratan, masuklah pemukim pertama. Bukti pertama yang menunjukkan penghuni pertama adalah fosil-fosil Homo erectus manusia Jawa dari masa 2 juta hingga 500.000 tahun lalu. Penemuan sisa-sisa "manusia Flores" (Homo floresiensis)[1] di Liang Bua, Flores, membuka kemungkinan masih bertahannya H. erectus hingga masa Zaman Es terakhir.[2]
Homo sapiens pertama diperkirakan masuk ke Nusantara sejak 100.000 tahun yang lalu melewati jalur pantai Asia dari Asia Barat, dan pada sekitar 50.000 tahun yang lalu telah mencapai Pulau Papua dan Australia.[3] Mereka, yang berciri rasial berkulit gelap dan berambut ikal rapat (Negroid), menjadi nenek moyang penduduk asli Melanesia (termasuk Papua) sekarang dan membawa kultur kapak lonjong (Paleolitikum). Gelombang pendatang berbahasa Austronesia dengan kultur Neolitikum datang secara bergelombang sejak 3000 SM dari Cina Selatan melalui Formosa dan Filipina membawa kultur beliung persegi (kebudayaan Dongson). Proses migrasi ini merupakan bagian dari pendudukan Pasifik. Kedatangan gelombang penduduk berciri Mongoloid ini cenderung ke arah barat, mendesak penduduk awal ke arah timur atau berkawin campur dengan penduduk setempat dan menjadi ciri fisik penduduk Maluku serta Nusa Tenggara. Pendatang ini membawa serta teknik-teknik pertanian, termasuk bercocok tanam padi di sawah (bukti paling lambat sejak abad ke-8 SM), beternak kerbau, pengolahan perunggu dan besi, teknik tenun ikat, praktek-praktek megalitikum, serta pemujaan roh-roh (animisme) serta benda-benda keramat (dinamisme). Pada abad pertama SM sudah terbentuk pemukiman-pemukiman serta kerajaan-kerajaan kecil, dan sangat mungkin sudah masuk pengaruh kepercayaan dari India akibat hubungan perniagaan.

D.    Era pra colonial ( Sejarah awal )

Para cendekiawan India telah menulis tentang Dwipantara atau kerajaan Hindu Jawa Dwipa di pulau Jawa dan Sumatra sekitar 200 SM. Bukti fisik awal yang menyebutkan tanggal adalah dari abad ke-5 mengenai dua kerajaan bercorak Hinduisme: Kerajaan Tarumanagara menguasai Jawa Barat dan Kerajaan Kutai di pesisir Sungai Mahakam, Kalimantan. Pada tahun 425 agama Buddha telah mencapai wilayah tersebut.
Di saat Eropa memasuki masa Renaisans, Nusantara telah mempunyai warisan peradaban berusia ribuan tahun dengan dua kerajaan besar yaitu Sriwijaya di Sumatra dan Majapahit di Jawa, ditambah dengan puluhan kerajaan kecil yang sering kali menjadi vazal tetangganya yang lebih kuat atau saling terhubung dalam semacam ikatan perdagangan (seperti di Maluku).

E.      Kerajaan Hindu-Buddh


Prasasti Tugu peninggalan Raja Purnawarman dari Taruma
Pada abad ke-4 hingga abad ke-7 di wilayah Jawa Barat terdapat kerajaan bercorak Hindu-Budha yaitu kerajaan Tarumanagara yang dilanjutkan dengan Kerajaan Sunda sampai abad ke-16. Pada masa abad ke-7 hingga abad ke-14, kerajaan Buddha Sriwijaya berkembang pesat di Sumatra. Penjelajah Tiongkok I Ching mengunjungi ibukotanya Palembang sekitar tahun 670. Pada puncak kejayaannya, Sriwijaya menguasai daerah sejauh Jawa Barat dan Semenanjung Melayu. Abad ke-14 juga menjadi saksi bangkitnya sebuah kerajaan Hindu di Jawa Timur, Majapahit. Patih Majapahit antara tahun 1331 hingga 1364, Gajah Mada berhasil memperoleh kekuasaan atas wilayah yang kini sebagian besarnya adalah Indonesia beserta hampir seluruh Semenanjung Melayu. Warisan dari masa Gajah Mada termasuk kodifikasi hukum dan dalam kebudayaan Jawa, seperti yang terlihat dalam wiracarita Ramayana.

F.     Budaya asli Indonesia sebelum masuknya Hindu-Budha


Menurut penyelidikan ahli purbakala, Dr. J. L. Brandes, Bangsa Indonesia memiliki 10 unsur budaya asli, yaitu :
1.      Kepandaian bersawah,
2.      kemampuan dalam pelayaran,
3.      Mengenal prinsip dasar pertunjukan wayang,
4.      Kamampuan dalam seni gamelan,
5.      Kepandaian membatik,
6.      Mengerjakan barang dari logam,
7.      menggunakan aturan metrik,
8.      Menggunakan alat tukar uang logam,
9.      Mengenal sistem perbintangan (astronomi), dan
10.  Telah terbentuknya susunan masyarakat yang teratur.
Mengapa tidak semua budaya luar ditiru begitu saja ? Karena Masyarakat Nusantara telah memiliki " local genius ", yaitu kemampuan suatu daerah/masyarakat untuk menyaring dan mengolah budaya asing yang masuk dan disesuaikan dengan cita rasa setempat.
·         Bercocok tanam : Cara bercocok tanam yang pertama dilakukan, yaitu dengan sistem berladang. Lama kelama-an sistem ini berubah menjadi bersawah. Cara bercocok tanam dengan bersawa kemudian menjadi bagian dari hidup mereka. Berkenaan dengan hal itu, mereka berusaha mencari tempat tinggal dan tempat bercocok tanam yang terletak disepanjang aliran sungai. Akhirnya, mereka mampu mengatur tata air melalui irigasi sederhana. Mereka juga dapt menentukan jenis tanaman apa yang cocok ditanam pada suatu musim. Hal ini tidak mengherankan karena mereka telah mengenal ilmu perbintangan.
·         Menurut Von Hiene Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Yunan, di Cina Selatan. Semenjak dulu nenek moyang kita telah memiliki kemapuan dalam mengarungi lautan. Ketika memasuki kepulauan Nusantara mereka menggunakan perahu bercadik, yaitu jenis perahu yang di kanan kirinya menggunakan bambu dan kayu supaya perahu tetap seimbang. Pengetahuan arah angin dan astronomi diperoleh melalui pengalaman bertahun - tahun.
·         Seni : Nenek moyang kita telah pandai membuat boneka - boneka untuk kesenian wayang. Alat - alat gamelan pun dibuat untuk memeriahkan seni pertunjukkan tersebut. Selain itu, mereka telah mampu membuat batik, kerajinan logam, dengan beragam bentuk, dan benda - benda dari batu yang besar ( tradisi megalitikum ).
·         Kepercayaan : Nenek moyang kita telah mempercayai adanya kekuatan maha tinggi di luar darinya. Mereka percaya bahwa jika seseorang maningga, hanya jasmaninyasaja yang hancur, tetapi rohnya tetap hidup. Roh - Roh itu bertempat tinggal di suatu daerah keramat. Nenek moyang kita lantas memuja roh - roh itu sehingga memunculkan kebiasaan membakar kemenyan, berkenduri, dan membuat sesaji. Animisme adalah kepercayaan kepada roh nenek moyang, Dinamisme kepercayaan kepada benda - benda yang memiliki kekuatan gaib, kesaktian atau tuah, sedangkan, Totemisme kepercayaan terhadap hewan - hewan yang dianggap keramat dan membawa berkah.

G.    Kerajaan Pada Awal Masa Hindu - Budha

1.      Chupo
Kalimantan Utara merupakan salah satu daerah yang terpengaruh oleh kebudayaan neolitikum. Daerah itu berkembang sampai masa berkembangnya kebudayaan logam. Menurut berita dari Cina pada abad ketiga mengatakan bahwa wilayah itu telah berdiri sebuah kerajaan yang bernama Chu-po. Kerajaan ini memiliki hubungan perdagangan dengan kerajaan Funan, komuditas utama Chu-po dalam perdagangan yaitu mengekspor besi.
2.      Kutai
Kerajaan Kutai diperkirakan berada di daerah Kutei lama, Muara kaman, Kota Bangun, dan Sebulu. Namun letaknya kerajaan Kutai yang jelas berada di daerah sekitar Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.
Bukti mengenai keberadaan kerajaan ini dapat ditelusuri melalui tujuh prasasti atau yang disebut yupa. Yupa ditulis dalam bahasa sanskrit yang ditemukan di Muara Kaman. Prasasti ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke-4 dan awal abad ke-5. Isi dari prasasti itu mengenai seorang raja yang bernama Mulavarman yang memberi sedekah berupa tanah, emas, dan lembu kepada para brahmana yang tinggal di tempat yang bernama Vaprakesvara.
Adapun Mulavarman sendiri adalah cucu dari seorang kepala suku yang bernama Kudungga dan ayahnya bernama Asmavarman. Adapun dalam berita Cina yang ditulis oleh Fa-Hsien menyebutkan bahwa kerajaan yang terdapat di Kalimantan itu pernah dipimpin oleh Raja Devavarman, Asvavarman, dan kemudian Mulavarman.
Terdapat hal menarik dalam penyebutan nama antara Kudungga dengan Devavarman. Devavarman dapat diartikan sebagai penyebutan nama atas Kudungga. Nama Kudungga sendiri jelas bukan merupakan nama yang berbau Hindu. Devavarman merupakan nama yang berbau Hindu, pemberian dari brahmana untuk menunjukkan bahwa Mulawarman sebagia keturunan seorang Hindu. Namun, Kudungga sendiri tidak dianggap sebagai pendiri dinasti. Yang dianggap sebagi pendiri dinasti adalah Asvavarman. Karena nama Asvavarman dan Mulavarman, dihadapkan nama-nama yang berbau Hindu.
Dalam Prasati itu juga disebutkan bahwa Mulavarman mengundang para brahmana yang berasal dari India untuk datang ke negaranya. Hal ini menunjukkan bahwa Kutai bukan merupakan kerajaan yang terisolasi atau tidak melakukan hubungan dengan negara lain. Brahmana sendiri akan tinggal di pura, pura sebagai perwujudan penghormatan Mulawarman atas leluhurnya.
Kerajaan Kutai sebagai sebuah kerajaan yang dapat mentransformasikan kepemimpinan yang bersifat tradisi menuju kepemimpinan yang mengadopsi kebudayaan India, serta telah mampu membentuk sebuah kerajaan menurut sistem keluarga atau dinasti.


H.    Kerajaan- Kerajaan Yang Muncul Pada abad ke-5 dan abad ke-6
Periode ini dinamakan sebagai masa transisi jalur perdagangan. Perubahan jalur perdagangan yang mulanya pedagang dari China maupun India menggunakan jalur Samudra Hindia atau pantai Selatan Sumatra kini beralih ke jalur Selat yaitu melalui selat Malaka. Sehingga dalam perkembangan selanjutnya muncul beberapa kerajaan yang pada mulanya hanya sebuah city- state.
1.      Lin Yi – Champa
Pada mulanya Lin Yi adalah sebuah kota dan merupakan pusat kegiatan politik pada 446 M. Tetapi pada perkembangan selanjutnya sebuah kamp politik baru dibentuk dan dialihkan dari selatan Hai Van Pass ke Tra Kieu, di wilayah yang namanya Quang Nam.
Sulit diketahui mengenai keadaan kerajaan ini pada periode ini walaupun ada pendapt bahwa kerajaan ini merupakan bagian kekuasaan dari kerajaan Funan pada masa pemerintahan raja Jayavarman. Pada tahun 446 raja Funan yang bernama Jayavarman mengirim seorang pendeta Hindu yang bernama Nagasena ke China Selatan yang tugasnya adalah untuk menyetorkan upeti dalam rangka mengajak raja kerajaan tersebut melakukan persekutuan denganya untuk menghadapi saudaranya yang bernama Tan Ken T’chouen yang menguasai Lin Yi. Ternyata aliansi dari Jayavarman berhasil untuk menguasi daerah pelabuhan di Cham.
Raja Cham yang bernama Rudravarman mengirim utusan ke China pada 592 M, dan memperkuat pasukan disebelah utara dan selatan wilayah kerajaannya. Hal itu dilakukan untuk melakukan invasi ke Tonkin, namun usaha itu gagal akibat dominasi Cina atas wilayah itu. Ia digantikan oleh anaknya yang bernama Shabuvarman yang menurut prasasti yang dituliskan oleh ia sendiri bahwa ia seorang penyemabah Syiwa
Ketika Cina dibawah kekuasaan dinasti Sui, Cina melakukan serangan ke Champa yang bertujuan untuk menguasai semua hasil alam dan kekayaanya. Serangan ini mengakibatkan Champa menjadi bagian kekuasan dari Cina. Seranagn itu mengakibatkan beberapa buku dan emas dirampas oleh Cina. Serangan itu juga memaksa Raja Shabuvarman mengungsi dari kerajaanya, akhirnya ia digantikan oleh putranya yang bernama Kandhapadarma.
Tetapi setelah Cham dipimpin oleh Kadhapadarma, Cham menjadi terpecah belah. Cham bersatu kembali setelah dipimpin oleh raja Prakashadharma pada 653 M, anak dari sepupu Kandhapadharma. Raja ini kemudian mengganti namanya menjadi Vikantravarman, dan pada periode raja ini penyembahan kepada Dewa Wisnu berkembang dengan pesat.
Kepepimpinan dari Vikantravarman membawa perubahan yang sangat pesat pada Cham. Cham memiliki pelabuhan perdagangan yang sangat ramai, letaknya yang strategis berada ditengah-tengah daerah Indocina, adanya hubunganperdagangan dengan negar lain terutama negara di kawasan Indonesia.
Pada perkembangan selanjutnya terjadi suatu perebutan pelabuhan-pelabuhan dagang dengan kerajaan Khmer yang terjadi berlarut larut hingga munculnya dominasi Cina menyelimuti wilayah ini pada 939 M.
2.      PanPan
Sumber China menyebutkan bahwa mereka menerima banyak utusan dari Panpan pada abad ke-5 dan abad ke-6 , dimana utusan tersebut ini mempersembahkan hasil-hasil perdagangan dan harta karun Budha. Utusan ini meminta persetujuan Kerajaan China agar PanPan dapat merdeka dari kekuasaan Funan dan mereka akan terus melakukan hubungan dengan Cina. Hubungan itu berupa hubungan kerjasama dalam bidang ekonomi dan politik. Dalam bidang ekonomi PanPan akan memberikan upeti dan utusan untuk diserahkan kepada Cina, sedangkan Cina akan berupaya untuk melindungi PanPan.
Sumber China juga menyebutkan bahwa kota di PanPan dibangun di dekat laut. Disana juga terdapat banyak Brahmana yang berasal dari India, para Biksu, dan Tao. Ini menunjukkan bahwa PanPan terpengaruh oleh kebudayaan dari Cina.
Setelah keruntuhan Funan pada abad ke-6 PanPan menjadi anggota Dvaravati, sebuah perkumpulan kota yang didirikan oleh Mon yang letaknya di delta sungai Menam. Letak PanPan sangat strategis mungkin itulah yang mengakibatkan kerajaan tersebut menjadi penguasa di Semenanjung Malaya setelah Kedah dan Langkasuka menjadi koloni Srivijaya.
PanPan mengalami keruntuhan setelah mendapatkan serangan dari Srivijaya. panPan kehilangan kontrol atas wilayah kekuasaanya terutama didaerah Siam dan Kedah. Daerah itu merupakan pusat ekonomi bagi PanPan. Dengan dikuasainya daerah itu oleh Srivijaya, maka PanPan menjadi sebuah daerah taklukan bagi Srivijaya. Namun Srivijaya tidak membentuk sebuah pemerintahn baru disana, mnamun Srivijaya memberikan hak otonomi kepada PanPan.
3.      Langkasuka- Kedah.
Langkasuka mengirim utusan pertamanya ke China pada 515 M, bersamaan dengan jatuhnya Kerajaan Funan. Utusan dikirim oleh raja yang bernama Bhagadatta. Sumber- sumber yang menunjukkan mengenai kerajaan ini diantaranya catatan Liang Shu dan Ma Touan- Lin. Mereka menulis tentang tata cara pernikahan yang dilakukan di Langkasuka yang hampir sama denagn tata cara pernikahan bagi umat Hindu.
Langkasuka berdiri pada abad 7 M. Catatan Yi-Tsing menyebutkan bahwa Kedah pada periode 685 dan 689 menjadi bagian dari Kerajaan Srivijaya. Kedah dan Langkasuka menjadi bagian kekuasaan dari Srivijaya, karena kedua negara itu membutuhkan perlindungan keamanan dari Srivijaya. Srivijaya dapat memberikan fasilitas keamanan bagi negara tetangga karena pada waktu itu Srivijaya merupakan salah satu kerajaan terbesar dan terkuat. Kehancuran Srivijaya akibat serangan dari Jawa, sehingga ketidakstabilan kondisi Srivijaya, merupakn faktor prndorong timbulnya negara-negara baru. Negara-negara yang dahulu berada dibawah kekuasaan Srivijaya mulai mendirikan negar sendiri yang berdaulat. Salah satu kerajaan itu adalah Kedah yang terletak di semenanjung Malaya,wilayahnya yang strategis dekat dengan Selat Malaka menjadi negara paling kuat dan paling kaya di Semenanjung Malaya.
4.      Kantoli
Pada abad 5 M Kantoli sudah dikenal di Liang-Shu sebagai salah satu kerajaan penting pada jaringan perdagangan di luar pengaruh dan kekuasaan Funan. Ming Shu memberitahukan bahwa Sanfotsi ( nama China dari Srivijaya) adalah Kantoli. Ini diperkuat dengan letak Kantoli yang berada diantara Jambi dan Palembang. Kantoli juga bisa dianggap sebagai kerajaan awal sebelum munculnya kerajaan Srivijya atau melayu, bil aditinjau dari letak wilayahnya.
Kantoli mengirim utusan pertama ke Cina pada tahun 454 sampai dengan 464 M. Raja yang mengirim utusan itu bernama Sri Varanarendra sedangkan utusannya bernama Rudra, orang yang bersal dari India. Pada tahun 502 Kantoli dipimpin oleh Gautama Subhadra (yang merupakan putra dari Pyravaraman Vinyiavarman yang mengirim utusan ke China pada tahun 519 M).
Perekonomian Kantoli tergantung pada ekspor hasil hutan. Perekonomian ini dipengaruhi oleh letak Kantoli di pulau Sumatra yang memiliki hasil hutan yang melimpah dan sangat laku di pasaran. Kerajaan Kantoli mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran. Kemunduran ini akibat serangan dari Cina. Tetapi Cina tidak secara langsung menguasai Kantoli, Cina hanya membentuk sebuah pemerintahan otonomi di Kantoli, dengan dipilihnya Wendi untuk melakukan perombakan di Kantoli. Sehingga Kerajaan Kantoli dapat memperoleh kembali masa kejayaanya. Tetapi kejayaan itulah yang mengkibatkan keruntuhan Kerajaan Kantoli. Hal ini disebabkan karena kehidupan para bangsawanya yang suka berfoya-foya dan suka bermewah- mewahan. Hal ini diperparah dengan komoditi ekspor yang berupahasil hutan yang tidak laku di pasaran. Hal inilah yang membuat Kerajaan Kantoli runtuh.
5.      Holotan
Kerajaan Holotan diperkirakan terletak di Jawa Barat atau Sunda. Berdasarkan catatan berita dari Fa Hsien pada tahun 412 M. Terdapat tujuh utusan yang dikirim ke China pada periode 430 sampai dengan 452 M. Utusan dikirim kepada raja Liu Sang pada 435 M. Adapun raja yang mengirim bernama Sri Paduka Purnavarman yang komplain karena diserang oleh negara tetangganya.
Agama Budha belum berkembang di Holotan, namun penduduk Holotan sudah mengenal agama Hindu dan animisme. Tidak ada bukti lanjutan mengenai kepemimpinan raja Sri Paduka Purnavarman setelah 452 M, ini diasumsikan bahwa kerajaan ini sudah dihancurkan oleh kerajaan tetangganya yaitu Tarumanegara.
6.      Tarumanegara ( Tolomo )
Keberadaan kerajaan ini dibuktikan dengan banyaknya penemuan batu-batu prasasti pada wilayah Jakarta dan Bogor. Bukti tersebut menyebutkan mengenai sebuah kerajaan Hindu yang bernama Tarumanagara yang diperintah oleh raja yang bernama Purnavarman. Teks tersebut berangka tahun pada pertengahan abad ke 5. Kekuasaan Raja Purnavarman meliputi Sungai Citarum sampai Selat Sunda. Adapun ibukota Tarumanagara sendiri berada diantara Tugu dan Bekasi.
Raja Purnavarman juga memerintahkan untuk membangun sebuah kanal irigasi. Selain itu juga terdapat prasati yang mencetak telapak kaki dari Purnavarman yang diibaratkan sebagai kaki dewa Wisnu, prasasti ini mirip dengan prasasti yng pernah dikeluarkan oleh Raja Gunavarman dari Funan..Hal itu dilakukan sebagai salah satu bukti, bahwa Purnavarman menjadi raja pada masa itu adalah penganut penyembah Wisnu yang taat.
Penemuan bukti-bukti mengenai kerajaan Tarumanagara di sepanjang pantai utara Jawa-Bali mengindikasikan bahwa sudah banyak terjadi aktivitas perdagangan disana sebelum Agama Hindu menebarkan pengaruhnya. Perdagangan melalui Laut Jawa sangatlah penting untuk melakukan jaringan perdagangan dengan Cina dan India.
Kerajaan ini mengirim utusan pertamanya ke China pada 528 M dan selanjutnya pada 666 M dan yang terakhir pada 669 M. Pada abad ke 7 M kerajaan tersebut mengalami kehancuran, hal ini dimungkinkan karena serangan Kerajaan Srivijaya.
7.      Holing ( Chopo )
Kerajaan ini ibukotanya bernama Chopo ( nama China ), menurut bukti- bukti China pada abad 5 M. Mengenai letak Kerajaan Holing secara pastinya belum dapat ditentukan. Ada beberapa argumen mengenai letak kerajaan ini, ada yang menyebutkan bahwa negara ini terletak di Semenanjung Malay, di Jawa barat, dan di Jawa Tengah. Tetapi letak yang paling mungkin ada di daerah antara pekalongan dan Plawanagn di Jawa tengah. Hal ini berdasarkan catatan perjalanan dari Cina
Kerajaan Holing adalah kerajaan yang terpengaruh oleh ajaran agama Budha. Sehingga Holing menjadi pusat pendidikan agama Budha. Holing sendiri memiliki seorang pendeta yang terkenal bernama Janabadra. Sebgai pusat pendidikan Budha, menyebabkan seorang pendeta Budha dari Cina, menuntut ilmu di Holing. Pendeta itu bernama Hou ei- Ning ke Holing, ia ke Holing untuk menerjemahkan kitab Hinayana dari bahasa sansekerta ke bahasa cina pada 664-665.
Sistem Administrasi kerajaan ini belum diketahui secara pasti. Tapi beberapa bukti menunjukkan bahwa pada tahun 674-675, kerajaan ini diperintah oleh seoarang raja wanita yang bernama Simo.
Holing sendiri banyak ditemukan barang-barang yang bercirikan kebudayaan Dong-Song dan India. Hal ini menunjukkan adanya pola jaringan yang sudah terbentuk antar Holing dengan bangsa luar. Wilayah perdaganganya meliputi laut China Selatan sampai pantai utara Bali. Tetapi perkembangan selanjutnya sistem perdagangan Holing mendapat tantangan dari Srivijaya, yang pada akhirnya perdagangan dikuasi oleh Srivijaya. Sehingga Srivijaya menjadi kerajaan yang menguasai perdagangan pada pertengahan abad ke-8.
I.       Sistem Pemerintahan Kerajaan- Kerajaan Hindu Pertama
Perkembangan Kerajaan- kerajaan Hindu di Kepulauan Indonesia dan Malaysia tidak lepas dari proses adaptasi selektif kebudayaan India yang disesuaikan dengan pola atau tradisi lokal atau disebut sebgai local genius oleh para pemimpin Austronesia dengan dukungan sistem perdagangan maritim yang kuat. Konsep kerajaan menurut tradisi Hindu yaitu sebuah alam-semesta kecil yang berupa mandala yang dipimpin oleh raja dan dikelilingi oleh kekuatan konsentris yang terdiri dari para pendeta, pemerintah, bangsawan, tentara, dan rakyat jelata. Masing-masing mandala mewakili area kekuasaan inti sang tuan tanah.
Konsep kerajaan tersebut dapat juga berupa kerajaan-kerajaan yang dibawahi atau tunduk pada seorang tuan tanah besar atau maharaja. Dan konsekuensi dari konsep diatas adalah bahwa kerajaan-kerajaan bawahan harus membayar upeti kepada sang maharaja secara berkala. Tetapi walaupun begitu penguasa kerajaan bawahan tersebut mempunyai kekuasaan murni terhadap kerajaan yang diperintahnya. Menurut Coedes adalah bahwa kerajaan- kerajaan Hindu memiliki kebudayaan yang terorganisasi berdasarkan konsep agama Hindu dan menganut kepercayaan Hindu Budha, dan bersamaan dengan mitologi puranas, ketaatan pada Dharmasastra dan penggunaan bahasa sansekerta sebagai alat komunikasi bagi golongan penguasa.
Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa kerajaan- kerajaan pertama tersebut menggunakan struktur pemerintahan yang dibentuk oleh Arthasastra (pakta pemerintahan). Artasastra sendiri adalah pedoman bagi para pemimpin dimana sebuah pemerintahan yang baik harus mengandung tujuh kaki dasar, unsur tersebut diantaranya; Raja, Menteri, Kerajaan, Benteng, Perbendaharaan, Tentara, dan sekutu. Arthasastra juga mengatur mengenai hubungan kerajaan dengan kerajaan lain, penegakan hukum, dan penyelesaian perbedaan pendapat. Ajaran ini juga menyebutkan mengenai seorang pendeta Brahmana yang fungsinya sebagai penasihat raja dan pemuka keagamaan serta pendidik militer. Hal ini tidak lepas dari pendidikan dan pengetahuan yang dimiliki oleh para brahmana tersebut diantaranya ilmu sosial, pengobatan, matematika, arsitektur, dan persenjataan.
Raja dalam hal ini haruslah memiliki sikap yang fleksibel terhadap posisi dan tanggung jawab para pengikutnya. Raja sebgai sebuah jabatan yang sangat sulit untuk diemban, raja harus mampu menjadi seorang penengah dan juru damai bagi orang-orang bertikai, menghargai kesetiaan bawahan, dan selalu berusaha untuk menjaga kesatuan negaranya. Karena tugas yang sangat berat inilah raja memerlukan brahmana untuk membantu mengurusi pegawai pemerintah. Brahmana-brahmana yang datang ke dalam istana tidak semata untuk memberikan siraman rohani, namun mereka diberi tugas untuk mendidik pegawai pemerintah. Didikan terhadap pegawai pemerintah ini diharapkan agar pegawai pemerintah dapat meningkatkan sisitem manajeman dan kemakmuran di setiap bidangnya. Brahmana juga memiliki kemampuan yang berbeda-beda, menurut kemempuannya, guna mendidik para pegawai pemerintah.
Perekonomian kerajaan-kerajaan hindu awal umumnya bertumpu pada perdagangan internasional, sehingga fungsi terpenting dari pemerintahan mereka berkaitan dengan bandar- bandar, armada yang dimiliki, pajak, keadilan, dan pertanahan mereka. Selain berbasis pada perdagangan, perekonomian, terutama di Jawa bertumpu pada pertanian. Hal ini tidak lepas dari perkembangan sistem feodalisme yang masih melekat pada jiwa masyarakat Hindu-Budha pada masa itu. Karena faktor itulah banyak para penguasa-penguasa kerajaan tersebut memberikan perintah untuk membuat kanal- kanal saluran irigasi seperti disebutkan dalam prasasti Tugu.
Dengan bertambahnya populasi penduduk dan peningkatan standar pendidikanyang dipegang oleh kaum Brahmana, secar berlahan muncullah sistem birokrasi, yang tersusunn atas: hierarki abdi kerajaan, bangsawan adan tuan tanah, struktur lokal pada tingakt desa.
Abdi kerajaan ini sebagai penasihat raja, dan mediator antara orang jelata dengan para bangsawan atau pejabat istana. Para tuan tanah disamping memperoleh pendapatan dari desa yang tanahnya merupakan daerah kekuasaanya juga memiliki kewajiban untuk menajalankan setiap peraturan kerajaan dan mengamankan hasil bumi, pajak, dan upeti yang sangat penting untuk mendukung kerajaan dan pemerintahan didalamnya.
Dewan lokal ini diangkat oleh para tetua desa yang biasanya mengikuti aturan yang ditetapkan oleh tradisi lokal yang disebut sebagai adat. Saran dan nasehat mereka dipertangungjawabkan didepan para bangsawan pada komunitas desa itu.
Keamanan kerajaan tersebut dipercayakan kepada pasukan non-permanen yang profesional yang biasanya merupakan tentara bayaran yang biasanya direkrut dari para pengikut bangsawan dan raja.  
J.      Kesimpulan Munculnya Kerajaan Awal
Kerajaan mulai muncul di Asia Tenggara sekitar abad ke-1 M. Ketika kerajaan Romawi melakukan hubungan perdagangan dengan Cina.Jalur yang sering sebagai jalur perdagangan disebut sebagai jalur sutera, namunjalur itu akan diubah melalui jalur laut, karena adanya ketidakamanan bila melalui jalur sutera. Selain berdagang dengan Cian, Asia Tenggara juga telahberdagang dengan India antra abad ke-1 hingga abad ke-3 M. Perdagangan melalui jalur laut inilah lebih sering dilakukan denagn India daripada denagn Cina. Sehingga pengaruh India diadopsi oleh orang-orang di Asia Tenggara, tanpa meninggalkan kebudayaan yang telah ada.
Contohnya Fuann yang telah banyak mengambil manfaat dari jalur perdagangan antara Cina dan India. Antara abad ke-3 hingga abad ke-5 M terjalin hubungan yang harmonis antara Cina denagn negara-negara di Asia Tenggara. Funan telah berkembang denganjalinankerjasa itu, terutama pelabuhan dagang Funan yang terletak diantara pelabuhan Cina dan pelabuhan di semenjung Malay.
Antara abad ke-5 hingga abad ke-6 M, merupakan zaman keemasan perdaganagnmelalui jalur laut. Laut Cian Selatan dan daerah semenjung Malay menjadi urat nadi perdagangan. Adanya kontak perekonomian antara Cina dan Asia Tenggara, masuknya produk Asia Tenggara ke pasar Cina terutama. Namun hal itu tidak dapat dilakukan ketika Funan mengalami keruntuhan, akibat seranagn dari Khmer. Perdagangan ini akan kembali lancar ketika Cian diperintah oleh dinasty Sui.
Pada abad ke-7 hingga ke-8, ketika terajdinya kekacauan di Khmer, perdagangn dapat dilakuakn oleh bangsa Cina setiap bangsa manapun. Menyebabkan perdagangan menjadi lebih maju, terutama di bagian Asia Tenggara kepulauan.











BENTUK – BENTUK KERAJAAN PADA AWAL HINDU – BUDHA SERTA KEBUDAYAANNYA

Unsur – unsur kebudayaan dapat berupa :
  1. Kesenian
  2. Kebudayaan
  3. Mata pencaharian
  4. Pakaian
  5. Tata Pemerintahan

Tujuan mempelajari mata kuliah Sejarah kebudayaan Indonesia yaitu :

Agar mahasiswa dapat memahami konsep ruang lingkup dan pembabakan tujuan serta perkembangan kebudayaan indonesia sejak zaman purba ( kuno ) sampai dengan perkembangan kebudayaan moderen.

Pembabakan atau sistimatika ( urutan ) sejarah kebudayaan indonesia terdiri dari :

A.    Peninggalan kebudayaan indonesia pada zaman purba ( kuno ) terdiri dari
                      a.         Zaman batu tua                 ( paleolitikum )
                     b.         Zaman batu muda                         ( mesolitikum )
                      c.         Zaman besi tua                  ( neolitikum )
                     d.         Zaman besi muda              ( megalitikum )

B.     Kebudayaan indonesia pada zaman hindu dan budha
Kerajaan kutai di kalimantan timur raja yang terkenal adalah Mulawarman ( pada abad V )dan rajanya antara lain :
1.      Kudungga
2.      Aswawarman
3.      Mulawarman

1.         Kerajaan Mataram Hindu di jawa tengah pada abad ke 8 raja pertamanya mataram hindu yaitu raja sanjaya yang dibuktikan oleh prasasti canggal di gunung wukir 7 km dari muntilan.

2.         Kerajaan Kahuripan di jawa timur ole sri Isana Tungga Dewi ( empu sendok )dan raja - rajanya
a.       Empu sendok yang terkenal dengan Sri Yayana Tungga Dewi
b.      Daemawangsa
c.       Erlamgga

3.         Kerajaan Kediri di jawa timur raja yang terkenal Jayabaya rajanya yang terakhir dari kerajaan kertajaya yang dikalahkan oleh Ken Arok dalam pertempuran di ganten pada tahun 1222

4.         Kerajaan Singasari yang didirikan Ken Arok pada tahun 1222 setelah membunuh Tumampel Tunggul Ametung kemudian Tumampel diganti kerajaan Singasari dari tahun 1222 – 1268, ini termuat dalam buku ” Negara Kertagama ” karangan Empu Prapanca

5.         Kerajaan Majapahit yang didirikan oleh Raden Wijaya pada tahun 1293 dan raja – rajanya
a.       Raden wijaya bergelar Kerta Rejasa Jaya Whardhana memerintah pada tahun 1293
b.      Raja Jaya Negara ( raden kala gamet ) yang memerintah dari tahun 1308 – 1319 dengan patih Gajah Mada yang membentuk Bhayangkara ( pasukan pengawal raja ). Pada masa pemerintahan banyak pembrontakan diantaranya :
-          Pembrontakan Sadeng
-          Pembrontakan Sora dan Nambi
-          Pembrontakan Kuti pada tahun 1319
-          Pembunuhan oleh dr. Sanca
c.       Tribuana Tungga Dewi yang memerintah pada tahun 1319 – 1328 yang dibantu oleh patih gajah mada sebagai pembantunya
d.      Hayam Wuruk ( srirajasa Negara ) pada tahun 1350 – 1389. Pada masa pemerintahannya majapahit mengalami zaman keemasan wilayahnya sampai semenanjung malaka pada tahun 1359 patih gajah mada bersumpah yang berbunyi ” tidak akan makan hasil bumi dari majapahit sebelum wilayah nusantara dapat bersatu di bawah panji – panji majapahit ( merah putih ). Dan banyak karya buku diantaranya :
-          Kitab negara kertagama Empu Prapanca yang menceritakan kerajaan majapahit dan dalam buku tersebut terdapat pancasila krama yang berisi lima larangan
-          Buku suta soma karangan Empu Tantular dalm buku tersebut terdapat istilah pancasila yanr berisi lima larangan
e.       Raja Kusuma Wardhani 1389 – 1415 pada masa pemerintahannya mulai mengalami keruntuhan karena terjadi perang paregreg ( perang perebutan tahta )
f.       Bre Karta Bumi ( brawijaya ke V ) pada akhir pemerintahannya majapahit runruh ( 1479 )

Peninggalan kebudayaan indonesia agama islam

Agama islam masuk di indonesia pada tahun 1275 di kerajaan Samudra Pasai raja yang terkenal adalah Sultan Malik Alsaleh. Kerajaan islam yang tertua yang kedua adalah Demak
Raja – raja dari kesultanan Demak adalah :
1.            Raden Patah ( sultan bintoro Panembahan Jomban ) memerintah dari tahun 1479 – 1518. Dalam mengembangkan agama islam dibantu oleh wali sembilan ( wali songo ) yaitu :
-    Sunan Bonang
-    Sunan Gresik
-    Sunan Kudus
-    Sunan Muria
-    Sunan Kalijaga
-    Sunan Ampel
-    Sunan Drajat
-    Sunan Giri
-    Sunan Gunung Jati
2.            Patih Unus ( pangeran sabrang lor )yang memerintah kerajaan demak dari tahun 1518 – 1521 pada tahun 1512 patih unus menyerang portugis di malaka
3.            Sultan Trenggono dari tahun 1521 – 1546 pada masa pemerintahan terjadi kekacauan karena mulai terjadi perebutan tahta lagi yang dipimpin oleh Bupati Jipang yaitu Arya Penangsang. Setelah Arya penangsang dapat dikalahkan maka kerajaannya dipindahkan ke pajang yang dipimpin oleh Sultan Hadiwijaya ( 1546 – 1568 ). Kemudian setelah kesultanan runtuh kejayaanya kemataram oleh Raden Sutowijoyo ( panembahan senopati )
-          Kerajaan islam Pertama di indonesia adalah kerajaan Samudra Pasai di Aceh ( serambi mekah )
-          Kerajaan islam pertama di jawa adalah kerajaan Demak dan kerajaan pertama di indonesia ( kutai di kalimantan timur ) yang ditemukan prasasti tujuh yupa.

KERAJAAN PAJANG

Degan wafatnya Sultan Trenggono maka timbul perebutan kekuasaan yang menyebabkan perang saudara dan yang menggantikan Sultan Trenggono adalah Joko Tingkir ( mas karebet ) setelah menjadi raja pajangbengkalan Sultan Hadiwijaya ( 1568 – 1586 )
Sultan Hadiwijaya mengankat anaknya yang bernama Sita Wijaya ( panembahan senopati ) karena dapat membantu Sultan Hadiwijaya mengalahkan Arya Penangsang maka di beri nama Hutan Mataram atas nasehat ayahnya Kiageng panembahan maka hutan mataram dapat di bangun kota mataram.
Raja Mataram yang pertama
1.            R. Sutawijaya yang bergelar ( panembahan senopati ) 1575 – 1601
2.            Mas Jolang ( pangeran krapyak ) 1601 – 1613
3.            Sultan Agung yang terkenal di mataram 1613 -1645 Sultan Agung menyerang VOC di Batavia dua kali yaitu pada tahun 1628 dan 1629
4.            Sunan Amangkurat I ( 1645 – 1677 )
5.            Sunan Amangkurat II ( 1677 – 1703 ).
a                Perang perebutan tahta I ( perang suksesi I ) 1705 – 1708. Kemudian Sultang Amangkurat II di ganti oleh Sunan Mas yang bergelar Amangkurat III 1703-1708 bekerja sama dengan Untung Senopati melawan Belanda
b                Perang perebutan tahta II ( perang suksesi II ) 1719-1724 setelah Paku Buwono wafat di gantikan oleh putranya yang bergelar ( Sunan Amangkurat IV ) 1724-1727
c                Perang perebutan tahta III ( perang suksesi III ) 1747-1755. Pada tahun 1755 terjadi perjanjian Gianti yang isi perjanjiannya adalah : matarm dipecah menjadi dua
-          Kesultanan Jogjakarta Hadiningrat
-          Kesultanan Surakarta Hadiningrat

Pangeran Mangku Bumi mendirikan kerajaan yogyakarta pada tahun 1755 yang bergelar dengan Sultan Hamengkubuwono I. Sultan Hamengkubuwono I ( 1755-1792 ) sampai sekarang.
Kiageng Pemanahan berjasa besar pada Jaka Tingkir karena dia bisa membunuh Arya Penangsang yang sebagai musuh besar jaka Tingkir. Sehingga Kiageng Pemanahan diberi tanah yang dulu dipakai untuk mendirikan kerajaan mataram
Kerajaan Mataram ada 2 yang pertama di
a.       Kota Gede
b.      Yogyakarta

                           Dalam sejarah ibu kota indonesia ada 3 tempat
-          Di Jogyakarta
-          Bukit Tinggi ( sumatra barat )
-          Di Jakarta

Raja pertama di mataram adalah
1.                        Pangeran Benowo
Yang di angkat oleh Arya Panggiri setelah mengalahkan pajang. Kemudian P. Benowo dikalahkan Senopati kemudian Senopati menjadi Kerajaan Mataram. 1601 Senopati meninggal dimakamkan di kota gede dan digantikan oleh Penembahan Sedo Ingkrapyak / Jolang

Pada pemerintahan Jolang terjadi pembrontakan dari daerah jawa timur yaitu : Gresik, Mojokerto, Ponogoro
Akibat pembrontakan ini ( 1613 ) mas jolang meninggal dimakamkan di kota gede digantikan oleh Adipati Martapura beliau sering kali penyakitan kemudian digantikan Raden Rangsang 1613-1645. Pada masa ini mataram mengalami kejayaan seluruh pulau jawa di kuasai oleh mataram.

KERAJAAN BANTEN

Dibangun oleh Raden Fatahillah 1527. Tujuan Fatahillah membangun kerajaan banten inginmenyebarkan agama islam di jawa barat kemudian kerajaan banten diserahkan oleh anaknya :
a.          P. Pasarehan 1552 beliau meninggal kemudian digantikan oleh
b.      P. Hasanuddin pada tahun 1570 kemudian beliau digantikan oleh anaknya
c.          Panembahan Yusup kemudian beliau menyebarkan agama islam sampai ke pajajaran. Pada tahun 1579 ia meninggsl digantikan oleh anaknya
d.      Maulana Muhammad ia menyebarkan agama islam ke Palembang. Setelah maulana Muhammad meningal pada tahun 1596 kemudian digantikan oleh
e.          Abdull Mufakir karena beliau terlalu muda kemudian digantikan oleh
f.          P. Rana Menggala ( 1600 ) ia mencapai puncak kejayaan kerena banyak para pedagangdari luar indonesia ( india gujarat ) memberi rempah – rempah di banten sehingga banten menjadi pusat perdagangan di jawa.


JENIS – JENIS MANUSIA PURBA YANG HIDUP PADA ZAMAN PRASEJARAH

  1. Megantropus Paleojavanicus
  2. Pithecantropus Erektus
  3. Pithecantropus Robustus
  4. Pithecantropus Wajakensis
  5. Pithecantropus Mojokertensis
  6. Pithecantropus Soloensis

Kemampuan manusia purba dalam membuat peralatan

Manusia purba dapat membuat peralatan seperti alat dapur, alat kebun, alat pertanian, alat – alat tersebut di buat manusiapuerba bahannya dari tanah maka pada zaman itu di sebut ” Zaman Kebudayaan Grabah ”
Senjata dan alat pertanian terbuat dari batu maka pada zaman itu disebut ” Zaman Batu Tua ”
Setelah besi ditemukan barulah alat – alat itu terbuat dari besi maka zaman itu disebut ” Zaman Besi ”. Kehidupan masyarakat berburu, meramu, dan bercocok tanam.
  1. Manusia purba di Cina disebut Sinakthropus Pekanensis
  2. Manusia purba di Afrika disebut Homo Afrikaknus
  3. Manusia purba di Belanda disebut Homo Neandertakensis


Kedatangan Nenek Moyang bangsa Indonesia

Nenek moyang bangsa indonesia berasal dari daerah Yunani ( Cina selatan = India belakang ). Nenek moyang datang ke indonesia mengarungi lautan yang luas menggunakan perahu Cadik. Kepercayaan nenek moyang kita dahulu sebelum datangnya agama hindu pada abad I kepercayaannya adalah ” Animisme dan Dinamisme ”
1.                  Animisme
Adalah yaitu paham ( aliran ) yang beranggapan tiap – tiap bendayang besar memiliki atau mengandung Roh ( animo )
2.                  Dinamisme
Yaitu paham aliran yang beranggapan babhwa setiap benda memiliki kekuatan gaib

Setelah agama hindu datang ke indonesia pada abad I ( tahun I ) oleh orang India yang sambil berdagang rempah – rempah.

A.                Agama Hindu
Orang yang menganut agama hindu percaya kepada Tri Murti ( tiga dewa ). Yang termasuk dalam tri murti adalah:
a.       Dewi Brahma        ( Pencipta Alam )
b.      Dewa Wisnu         ( Memelihara Alam )
c.       Dewa Shiwa          ( Merusak Alam )

Disamping Tiga Dewa ( tri murti )tersebut orang yang beragama hindu masih percaya kepada dewa – dewa lain :
1.      Dewa Agni            ( dewa api )
2.      Dewa Bay             ( dewa angin )
3.      Dewa Surya          ( dewa matahari )
4.      Dewa Soma           ( dewa bulan )
5.      Dewa Antaboga    ( dewa bumi penguasa )
6.      Dewa Kamajaga    ( dewa orang yang tampan )
7.      Dewa Kamaratih   ( dewa orang ynag cantik )

Dewa yang putri disebut Batari
1.      Batari Suprabu
2.      Batari Swidowati
3.      Batari Nawangulan
Kitab suci agama wedha terdiri dari :
1.      Reg Wedha ( Samhita )
Yang berisi 1028 satra dan syair – syair pujian terhadap para dewa
2.      Sama Wedha ( Samhita )
Yang sebagian besar berisi syair – syair dari reg wedha
3.      Yajur Wedha ( Samhita )
Yang berisi do’a – do’a untuk mengantar apa yang disampaikan kepada para dewa
4.      Antar Wedha ( Samhita )
Yang berisi mantra dan janji

Dalam agama hindu terdapat pembagian kasta ( kelas golongan ) yang terdiri dari :
1.       Brahmana                  ( pendeta, ulama )
2.       Ksatria                       ( raja, bangsawan, tentara, dan pegawai kerajaan )
3.       Waisya                        ( pedagang, petani )
4.       Sudra                          ( fakir miskin, dan anak – anak terlantar )

Kepercayaan agama Hindu antara lain
1.      Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa ( Tri Murti )
2.      Kepercayaan terhadap Atma / roh yang menjiwai setiap mahluk hidup
3.      Kepercayaan terhadap hukum karma ( hukum sebab akibat )
4.      Kepercayaan terhadap rengkarnasi ( samsara ) kehidupan yang berulang – ulang mereka percaya terhadap bahwa setelah mati roh akan menjelma lagi sebagai mahluk hidup penjelmaan itu yang tergantung terhadap perbuatannya
5.      Kepercayaan terhadap moksa merupakan tujuan akhir manusia ( surga ) bebas dari kelahiran berulang – ulang kedunia yang penuh dengan penderitaan dan masuk ke Surga ( Nirvana )

B.                 Agama Budha
Agama budha diajarkan oleh Sudharta Gauntana putra mahkota Sudodana di kerajaan Kosala dengan ibu kota Kapilawatu India. Yang ibunya bernama Dewa Maya. Sidarta lahir di taman Lumbini pada tahun 583 SM.
Pada malam purnama dalam bulan mei. Sidarta di bawah pohon Bodhi lalu pada  waktu itu yang mendapat wahyu ( penerangan ) dari Yang Maha Kuasa bahwa yang namanya hidup kekal apabila tidak mencapai Nirvana / Mosa.
Pada malam tersebut disebut Tri Waisya kelahiran. Malam mendapat penerangan. Kematiannya pada tanggal yang sama yaitu pada malam bulan purnama bulan mei.
Karena pada waktu mendapat penerangan ( wahyu ) dibawah pohon Bodhi maka ajaran tersebut dinamakan agama Budha. Kemudian beliau sendiri bergelar (Budha Ganthama).
Beliau wafat di Kasinara pada tahun 482 SM dan dimakamkan di Taman Sikijang.

Empat kenyataan hidup menurut ajaran agama budha
1.      Bahwa hidup merupakan Samsara ( percobaan )
2.      Yang disebabkan oleh nafsu yang menguasai manusia
3.      Samsara dapat di hilangkan dengan menghilangkan nafsu
4.      Cara untuk menumpas waktu yaitu
a.       Berfikir yang benar
b.      Niat yang baik
c.       Berkata yang baik
d.      Berbuat yang benar
e.       Mata pencaharian yang benar
f.       Makan dan minum yang benar
g.      Perhatian yang benar
h.      Bersemedi ( berdo’a ) yang benar












Referensi buku







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar